Kamis, 16 Oktober 2014

Sweet Home

 

Judul: Sweet Home
Penulis: Adeliany Azfar
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 360 halaman
Tahun Terbit: 2014
ISBN13: 9786027742413
 
"Well, siapa sih yang bisa lupa begitu saja dengan mantannya,"
-Emily Cox-
 
"Em, aku mau hubungan kita berdua lebih dari sekedar teman."
-Matthew Cooper-
 
"Mulai sekarang aku ingin mengenal dunia Emily Cox melalui caraku sendiri."
-Tyler Adams-
 
 
Emily Cox merasa Grade 11 yang akan tiba sebentar lagi akan sangat menyedihkan dan berbeda dengan Grade sebelumnya. Dua penyebab utamanya adalah kepindahan Marion-Mary-Scott dan perpisahan dengan Matthew Cooper. Mary sahabat baik dan tetangga Emily di Sweet Home ini ikut ibunya pindah ke Calabasas, California. Hal ini tentu saja membuat Emily benar-benar sedih. Kepergian Mary membuat Emily tidak akan bisa mengirimkan pesawat kertas ke rumah Mary. Sebagai teman, mereka berdua memiliki kebiasaan berkomunikasi dengan menerbangkan pesawat kertas ke teras kamar masing-masing. Sejujurnya saat ini Emily sangat membutuhkan dukungan Mary. Setelah kepergian Mary, tak lama Emily putus dengan pacar-sahabat-teman keluarganya, Matt. 
Sekarang, setelah keduanya pergi meninggalkanku, aku hanya bisa meratapi nasib sambil berusaha tertawa keras-keras. Hidupku terlalu menggelikan untuk ditangisi. Siapa pun yang mengalami nasib seperti aku, pasti akan merasakan hal yang sama.
Suatu hari, Emily yang putus asa  mengirimkan pesawat kertas ke rumah Mary yang akan segera ditempati oleh penghuni baru. Emily menulis berbagai perasaan frustasinya terhadap Matt seakan-akan ia berbicara langsung dengan Mary. Sayangya, Emily lupa untuk mengambil kembali pesawat kertas tersebut sebelum penghuni baru datang. Sambil mengendap-ngendap ia masuk ke kamar yang dulu milik Mary untuk mencari pesawat kertas. Emily tidak berhasil menemukan pesawat kertas tersebut, tapi ia menemukan Mr.Alien yang tersesat di bumi. Emily kebingunngan dengan cowok tampan yang ada di kamar Emily tersebut. Emily memarahi cowok tersebut dan menyangka ia akan merampok tempat Mary. Tapi, cowok tersebut hanya menjawab bahwa ia Alien,
"Kalau begitu, aku mungkin bisa meminta bantuanmu. Aku kehilangan sumber kekuatan," katanya.
"Karena itu, sementara waktu aku akan tinggal di sini. Aku tidak bisa kembali ke tempat asalku dalam waktu lama, di luar angkasa sana."
Emily kaget dan tak menyangka ternyata Mr.Alien adalah anak laki-laki dari keluarga Adams, penghuni baru di rumah Mary. Mr.Alien yang tak lain merupakan Tyler Adams menolak memulangkan pesawat kertas Emily. Hal ini membuat Emily kesal. Tanpa disangka Emily, Tyler juga ternyata satu angkatan dengannya di Sweet Home High School (SHHS). Belum cukup Tuhan mengujinya di rumah ternyata Ia juga mengirim si tengil Tyler di sekolah. Sepertinya kesabaran Emily benar-benar diuji^^.
 
 Source: here edited by me
 
Bagian menarik dari novel remaja adalah kenangan. Saat membaca novel ini pembaca akan dibawa berkeliling dengan nostalgia masa muda. Ya, tingkat SMP atau SMA. Masa remaja yang penuh dengan emosi meluap tentang kisah cinta, pertemanan, dan persahabatan. Begitu pula dengan rasa yang diperoleh saat membaca novel Sweet Home. Melalui Emily, Matt, dan Ty, pembaca akan diajak mengenang hari-hari sebagai remaja. Tema sederhana tapi memunculkan kisah manis. Penulis membawa alur yang mengalir dan tidak tergesa-gesa. Hanya saja, saya merasa novel ini mungkin akan dibuat sekuel. Mungkin penulis menyiapkan sekuel, ya?. Karena jujur saja, saya belum puas dengan akhirnya. Masih penuh pertanyaan tantang bagaimana kisah Em-Ty selanjutnya? Bagaimana dengan Matt? Bagaimana dengan Mary? Kok, dia gak berkunjung ke Sweet Home padahal dekat sekali dengan Em? Apa kabar dari SBC? Tody? Andrea?. Yah, seperti itu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Saya berharap mungkin penulis mau menulis sekuel^^.
Karakter favorit? Saya menyukai ayah Em, Zach, yang mengemong dan asyik. Sepertinya menyenangkan punya ayah yang bisa punya hobi sama dengan kita. Zach sebagai penyanyi country dapat bermain gitar dan Emily jujga dapat bermain gitar. Sehingga keduanya kompak bisa bermain gitar. Belum lagi, Zach sangat terbuka menerima curhatan dari Em. Zach sukses membuat saya jatuh hati. Dialog yang dimunculkan penulis tidak berat untuk ukuran remaja. Sederhana. Dengan setting yang di luar Indonesia, tepatnya di Sweet Home, cocok saja untuk kisah ini. Beberapa adegan favorit adalah saat Tyler ngelindur di pagar rumah Emily sambil mendengarkan Emily bermain gitar, saat Tyler sedikit-demi sedikit mengembalikan pesawat kertas milik Em, saat ulang tahun ibu Ty, dan saat Andrea berbohong tentang dirinya yang terkena sikut Emily (kebayang aja si Andrea yang tipikal gadis manja merengek ^^ oops, sorry Andrea). 
Sweet Home merupakan bacaan ringan dan meninggalkan kesan manis bagi saya ^^
 
Keep reading for rest of your life :)

Rating: 3/5
 

 
 

2 komentar:

  1. wahh..digantung dong ya, Mbak? hehe..
    ada Mr. Alien nya, jadi kepingin tes baca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Digantung sih enggak, hanya berasa belum selesai aja kisahnya.. :)

      Hapus