Minggu, 11 Januari 2015

[Book Kaleidoscope] Top Five Book in Label "Walking Down The Memory Lane" #Day4

Beberapa buku yang saya telah baca di tahun lalu memang beragam. Sebagian terpengaruh karena mengikuti apa yang seru kata orang, hasil survei beberapa website sampai dari karya penulis favorit. Well, membaca buku bagi saya selalu dimulai dengan rasa penasaran dan berakhir dengan perasaan puas (bukan berarti selalu puas dengan bukunya, tapi lebih ke kesenangan pribadi karena berhasil menuntaskan buku). Bila teman-teman melihat review dan buku yang sudah saya baca, tentu akan menyadari bahwa kebanyakan buku bergenre romance. Nah, di sini saya akan membuat daftar 5 buku yang bukan hanya dari genre romance saja tapi berhasil membawa saya mengenang kembali masa-masa dulu. Dan bagaimana ekspektasinya? Lets see!


5. Harry Potter and The Soccerer's Stone

Kenapa dulu suka sekali film dari buku ini? Karena banyak keajaiban dari filmnya. Secara tidak langsung saya kembali terjun ke masa awal tahun 2000-an saat buku ini pertama kali difilmkan. Saya di waktu kecil memiliki keterbatasan sarana untuk baca. Alhasil, saya tak pernah tahu bahwa film Harry Potter ini diangkat dari buku sampai saya memasuki sekolah menengah pertama. Membaca buku ini seperti menuntaskan hutang di masa lalu.



Buku ini diakui penulis sebagai buku roman, oleh karenanya meski buku ini memang diangkat dari kisah nyata yang penulis ambil dari hasil wawancara, tapi dirangkai penulis dalam bentuk sebuah cerita roman. Soekarno: Kuantar kau ke Gerbang banyak mengingatkan saya pada buku-buku sejarah di jaman sekolah dasar dan menengah. Dulu, ada perpustakaan di SMA saya yang menyediakan buku-buku sastra. Perpustakaan ini selalu sepi dan buku-buku baru pun jarang diperbaharui. Alhasil, saya datang ke perpustakaan dan membaca buku-buku Ahmad Tohari, ST. Alisjahbana, sampai Marah Rusli. Dulu, (banyak banget kata dulu-nya) saya tidak terlalu ingin memiliki jenis buku sastra dan saya pikir mudah membaca buku sastra alias kapan pun saya mau saya bisa membaca buku sastra. Ternyata, baru 
terasa sekarang bahwa justru buku-buku ini langka dan tidak sembarangan diperjualbelikan. Alhasil, kalau mau membaca buku ini harus pergi ke perpustakaan daerah atau kampus dan harus antri pinjam -__-. Nah, buku Soekarno: Kuantar ke Gerbang ini sedikit banyak mengingatkan saya pada saat-saat saya membaca buku sastra-sejarah di SMA.


Tokoh Edward adalah masuk ke dalam tokoh favorit saya di tahun lalu. Perjalanan Edward ke berbagai tempat itu memberikan kesan yang manis meski tidak semanis apa yang dialami Edward. Membaca kisah Edward seperti kembali ke masa saat saya masih kecil. Dulu, saudara saya memiliki seri buku cerita Grimm dengan banyak ilustrasi. Seringkali saya meminjam buku ini dan membacanya berkali-kali. Sepertinya, buku klasik memang tak pernah termakan usia. Kesan yang diperoleh saat membaca Edward sama saja ketika saya masih kecil. Manis.


Saat masih di usia sekolah dasar, saya seringkali mencuri-curi menonton film di televisi yang berkisah jaman SMA. Seperti Lupus (ketahuan tua dan udah tua sebelum waktunya, deh -__-). Yah, meski cuman sedikit yang saya tonton, tapi melalui buku Dilan saya seperti terkenang kembali ke masa-masa dimana saya mencuri-curi ini.

1. The Silkworm

Saya mengakui bahwa dulu saat masih SMP saya menyukai buku dengan genre misteri. Saat SMA saya berhasil membaca buku Dan Brown The Da Vinci Code sampai dengan The Lost Symbol. Apakah saya menyukainya? Saya akan mengatakan "ya, saya menyukainya". Hal ini sepertinya karena lebih terpengaruh oleh timbunan buku bibi saya yang menyimpan banyak buku misteri dari Sherlock Holmes sampai Robert Langdon tadi. Namun, memasuki masa kuliah saya memiliki lebih banyak akses terhadap buku di luar genre tadi. Akibatnya, genre favorit pun bergeser. Dan genre misteri telah lama saya tinggalkan. Buku The Cuckoo's Calling dan The Silkworm seperti buku pengingat. Buku ini mengingatkan saya bagaimana dulu perasaan saat membaca buku misteri. Deg-degan dan penasaran. Meskipun buku ini bukan dari genre favorit saya saat ini, tapi buku ini berhasil membuat saya terkagum-kagum dengan genre misteri.

Yang manakah buku yang mengingatkan masa kecilmu?. Mau ikut? Silahkan lihat di sini untuk keterangan lebih lanjut!^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar