Kamis, 16 Januari 2014

Jika: dan hanya jika


Judul: Jika: dan hanya jika
Penulis: Windy Ariestanty, Gita Romadhona, Artasya Sudirman, Novi Kresna Murti, Rahne Putri, Alanda Kariza, Mita M Supardi, Bella Pangabean, Nannette Isdito, Hanny Kusumawati, Desiyanti, Stella Ang, Feba Sukmana
Penerbit: Gagas Media
Genre: Fiksi, Romance, Kumpulan Cerita
Jumlah Halaman: 224 halaman.
Tahun Terbit: 2013
ISBN: (13)978-979-780-641-5
(10) 979-780-641-3

 'Jika-jika itu adalah cerita. Kau takkan berhenti mengarang jika'. Jika adalah tumpukan kenangan. Kenangan tentang masa lalu. juga tentang masa depan. Kisah begulir karena aku dan kamu mengangankan jika. Kita merindukan kata cerita.


Buku ini diawali pragagas dari Windy Ariestanty, seperti suatu pengantar ke dalam kotak berisi cerita. Bagaimana saat jika-jika ini dirangkai menjadi suatu kisah. Terdiri dari 12 kumpulan cerita pendek dari berbagai penulis disertai foto-foto yang mencerminkan isi cerita. "Jika" pertama ditulis oleh Alanda Kariza, "Setumpuk Jika di Manhattan"

Jika saja aku tidak membuat ayah dan bunda berpisah semuanya tidak akan menjadi seperti ini
Alanda, membawa kisah pencarian Navita dan Leo yang mencari ayah Navita di New York. Pasangan ini berencana menikah dan mereka, tepatnya Navita, ingin menjadikan ayah yang telah lama hilang dalam kehidupannya sebagai wali nikah. Namun, saat mereka bertemu ada misteri masa lalu yang Navita tak pernah ketahui.

Lupakan aku sejenak, fokuslah pada mimpimu, kesetiaan akan menjadi pakaian yang kukenakan selama kau pergi
Kisah Cinta di Balik Pintu Renta. Judul kedua dari kumpulan cerita di buku ini. Menceritakan kisah penantian seorang gadis yang ditinggal kekasihnya demi mengejar mimpi. Si gadis berjanji akan setia pada cintanya. Kekasihnya pergi dan seiring musim datang silih berganti tak pernah ada kabar dari sang kekasih. Kisah "jika" yang dituturkan oleh Rahne Putri

Aku hanya suka mengamati orang-orang yang tergesa, sementara aku tak perlu ikut bergegas. Aku suka mendengar peluit kereta yang datang. Seolah membawa dongeng-dongeng baru dalam gerbongnya.
Nayu selalu menunggu Bhisma di peron 2 stasiun kereta. Ada hal yang belum terselesaikan di antara mereka berdua saat Bhisma pergi. Tentang kebersamaan mereka. Tentang hati mereka. Hingga waktu mungkin akan menceritakan rahasianya. Penantian panjang dan kisah "jika" Nayu diceritakan apik oleh Gita Romadhona.

But, he's gone. If only I went out a minute earlier. If only I had mustered enough courage just to talk him
Ashes to ashes judul lagu David Bowie pun jadi judul keempat kisah "jika". Menceritakan kesempatan seorang gadis bertemu laki-laki kenangan (mungkin) yang memutar lagu ashes to ashes. Sayangnya ragu menghinggapi hati gadis itu. 

Apa yang kamu ketahui tentang mencintai? Apa yang kamu ketahui tentang apa yang saya rasakan ketika saya mengatakan kepadanya tidak menginginkan apa-apa lagi di dunia ini yang tidak mengikutsertakan dia di dalamnya?
Hanny Kusumawati mengajak pembaca menyelami cerita "Tentang Kehilangan". Berkisah tentang Diaz, laki-laki yang dicintai dua wanita berbeda. "Tentang Kehilangan" menceritakan kisah cinta dalam perspektif yang berbeda.

Akankah 'kau' dan 'aku' menjelma menjadi 'kita'?
Cherry Pie, begitulah kisah diawali. Panggilan sayang seorang kekasih. Pertemuan sepasang kekasih ini yang unik, merajut kata-kata egois (aku, kamu) menjadi kita. Dan "Sepucuk Surat Cinta di Sebuah Stasiun Kereta" menjadi karya "jika" yang dituturkan Feba Sukmana.

Jika kamu hanya punya waktu empat jam untuk memutuskan sesuatu yang tertunda selama empat musim, apa yang kamu lakukan?
Seorang gadis gamang mengambil keputusan: menunggu atau pergi. Di antara kereta akhir dan kereta pertama, ia harus mengambil keputusan yang mungkin akan mengubah hidup selamanya. Cinta tumbuh seiring tumbuhnya keyakinan. Dan yang mesti diambil saat keyakinan itu semakin tinggi adalah satu hal. Keberanian. Between The Last Train Leaving and The First Train Arriving oleh Novi Kresna Muti.

Bertahun, ego menahannya untuk minta maaf! Hingga detik ini tak ada satu kata sesal pun!
Luna membawa Luka mengisahkan pencarian kedamaian dari berbagai hal yang menyakitkan yang terjadi pada si tokoh utama, Luna. Memaknai kejadian yang terjadi sebagai kehendak Tuhan dan mampu mengikhlaskan keputusanNya, membuat Luna mampu menghilangkan rasa marah itu. "jika" ini ditulis oleh Nannette Isdito.

 "Mestinya kita jujur dari dulu, ya, Ran,
Kisah "Penantian Rana" dibawakan oleh Desiyanti. Bagaiman "jika" memang tetap akan hanya "jika" dalam bersaing dengan keterlambatan waktu. Penantian Rana sampai pada saat seperti itu. 

Mati bukan penyelesaian masalah, Lydia. Masalah bukan harus ditutupi dengan kematian.
"Pulang" menjadi cerita unik dari Mita M. Supardi yang mengisahkan cinta Randu dan Lydia. Lydia selalu merasa ingin pulang ke rumahnya. Namun, ia merasa nyaman di rumah Randu yang ia anggap orang asing. Makna pulang memang beragam, hingga pada akhirnya pulang sejati adalah saat pulang menghadapNya.

Bagaimana jika kita harus kembali ke masa lalu, untuk menuju masa depan
Nervous sebelum menikah dialami gadis yang dilamar Arya. Pada akhirnya ia melakukan suatu perjalanan mencari keyakinannya. Kesempatan kedua dikisahkan oleh Artasya Sudirman.

Andai kau mau ikutku berjalan, ada satu yang harus kau buang jauh, ragu.
Cerita pamungkas dari kumcer ini adalah kisah Musafir Asa dari Bella Panggabean. Karya terakhir ini menceritakan perjalanan "aku" yang mencari harapan.


Kumcer Jika dan hanya jika ini buku yang telah lama saya ingin baca. Bahkan saya mengandai-andaikannya di Wishful Wednesday   kedua saya. Dan saya tdak kecewa membacanya, salah satu buku yang membuat saya terpekur lama dalam memahami tiap ceritanya. Dikisahkan dengan mengalir dan indah oleh para penulis. Keunikan dari buku ini adalah adanya foto di setiap sudut cerita. Dan foto-foto ini memang bagus. Salah satu foto favorit saya ada di cerita Rahne Putri. Foto pintu di akhir cerita berkesan vintage dan penuh misteri. Membuat saya ingin membukanya dan penasaran apa yang ada di balik pintu itu. 
Sampul dari buku ini unik. Tulisan "Jika" yang jika dibalik atas-bawah buku akan tetap terbaca Jika. Dan gambar jalan pada sampul di bagian belakang berkesan mengajak pembaca menyelami perjalanan tiap cerita di buku ini. I love it ^_^.  Kertas untuk buku ini juga cukup tebal. Apalagi kertas di bagian yang tercetak foto.
Beberapa penulis memang pernah saya baca karyanya, seperti Windy Ariestatnty (My favourite author ^_^ ), Rahne Putri, dan Feba Sukamana. Yang lainnya baru saya baca di buku ini. dan keseluruhannya saya suka. Bagian cerita yang jadi favorit saya adalah cerita "Setumpuk Jika di Manhattan", "Sepucuk Surat Cinta di Sebuah Stasiun Kereta", "Tentang Kehilangan", dan "Musafir Asa".
Kutipan yang menarik bagi saya adalah dari cerita ashes to ashes
Memilih buah itu ibaratnya membuat keputusan dalam hidup. Kadang, dapat yang manis dan bisa kita langsung nikmati. Kadang, dapat yang masam, tapi bila kita mau berusaha sedikit, buah yang masam itu bisa jadi sesuatu yang enak.
Bagaimana menurut teman-teman? Setujukah? Boleh komentar di bawah sini,. ^_^
Original Photo of Rain: Flickr edited by me.

Keep reading for rest of your life :) 
Rating: 5/5





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar