Tampilkan postingan dengan label Anak-anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak-anak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2021

Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang

Judul: Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang
Penulis: Luis SepĂșlveda
Penerjemah: Ronny Agustinus
Penerbit: Marjin Kiri
Jumlah Halaman: 90 halaman
Tahun Terbit: 2020
ISBN: 9786020788067
Genre: Fiksi, Children Book
Format: Paperback

Blurb: 
Saat sedang asyik berjemur di balkon rumahnya, seekor kucing bernama Zorbas mendapati seekor burung camar terjatuh kepayahan di dekatnya. Tumpahan minyak dari kapal tanker di laut telah melengketkan bulu-bulu burung camar betina yang hampir bertelur itu, membuatnya tak mungkin meneruskan terbangnya. Sebelum meninggal, ia meminta si kucing berjanji untuk merawat telurnya sampai menetas dan lantas mengajari anaknya terbang.
Sebagai kucing pelabuhan, Zorbas pantang melanggar janjinya. Namun mungkinkah ia dan kawan-kawannya sesama kucing pelabuhan benar-benar bisa menepati janji mengajari bayi camar itu terbang?
Sebuah cerita indah tentang persahabatan, kesetiaan untuk menepati janji, dan renungan tentang perbuatan manusia terhadap lingkungan.

Jumat, 09 Januari 2015

The Lion, The Witch, and The Wardrobe (The Chronicle of Narnia)

Judul: The Lion, The Witch, and The Wardrobe (Sang Singa, sang Penyihir, dan Lemari)
Penulis: C.S.Lewis
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Kelima, Maret 2006
Jumlah Halaman: 232 halaman
Tahun Terbit: 1950(Juli 2005 oleh Gramedia)
ISBN: 9792214585
Genre: Fiksi, Fantasy, Adventure,Children Literature, Classic
Format: Paperback 

"Ini daerah Narnia,"..."tempat kita berada sekarang, semua daerah antara lampu tiang dan kastil besar Cair Paravel di laut timur."
-Mr.Tumnus-

Bayangkan saat kamu bermain petak umpet dengan saudaramu dan kamu memutuskan untuk bersembunyi di dalam lemari. Namun, tiba-tiba lemari itu mengantarkanmu menuju dunia ajaib! Hal ini adalah awal mula dari kisah negeri ajaib Narnia ditemukan oleh empat bersaudara, Peter, Edmund, Susan, dan Lucy. Hari itu saat cerita masih belum menemui Penyihir Putih, hujan turun di kediaman profesor yang menampung keempat anak ini. Perang Dunia kedua menyebabkan Peter, Edmund, Susan, dan Lucy harus mengungsi ke tempat profesor. Tak berniat terjebak dalam hujan dan tak bisa bermain, mereka memutuskan mengelilingi rumah profesor. Konon rumah profesor ini luas. Hingga mereka tiba di ruangan dengan sebuah lemari berpintu kaca besar. Sebenarnya tak ada hal aneh bagi keempatnya andai saja Lucy tak membuka lemari ini. Lucy yang penasaran membuka lemari dan menemukan mantel-mantel tergantung rapih dan berbau kapur barus. Lama-kelamaan Lucy merasakan keganjilan saat terus berjalan ke dalam lemari, semakin dalam ia berjalan semakin ia tak menemukan batas lemari. Lucy pikir mungkin hanya lemarinya saja yang luas,