Minggu, 19 Januari 2014

The Chocolate Kiss

Judul: The Chocolate Kiss
Penulis: Laura Florand
Penerbit: Penerbit Bentang
Genre: Fiksi, Romance, Terjemahan
Jumlah Halaman: 458 halaman.
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-7888-48-7

"Kau tidak disambut. Jika kau berkeras untuk datang ke wilayah teritorialku, bahkan tanpa permisi, aku akan pastikan bahwa kau akan menyesal."
-Magalie-

"Wilayah teritorial-mu? Apakah kau mengatakan bahwa aku seharusnya meminta izin darimu untuk membuat toko di sana?"
-Philippe-


Paris, saat mendengar nama kota satu ini pasti yang teringat adalah menara Eiffel, mode dunia, sungai Seine. Tapi ketika kamu di Paris coba berjalanlah menuju pulau Île Saint-Louis. Di sana akan ada sebuah kedai teh bertema penyihir, La Maison des Sorcières, tempat Magalie dan kedua bibinya meramu cokelat yang dibumbui mantra-mantra.
Magalie Chaudron, sudah merasa pulau Île Saint-Louis adalah pulau tempat tinggalnya, pulau miliknya. Ia tinggal di apartemen di atas La Maison des Sorcières, mirip Rapunzel yang tinggal di menaranya. Hal itu yang membuat Magalie nyaman dan merasa tak perlu pergi dari pulau yang sudah seperti rumahnya sendiri. Namun, kedamaian Magalie terusik saat Pangeran berambut singa, Philippe Lyonnais, le Prince de Pattisiers, membangun kerajaan macaron Lyonnais di seberang kedai teh penyihir. Tentu saja ini membuat pelanggan setia kedai penyihir berpindah ke Lyonnais. Siapa yang tak mengakui kelezatan macaron Lyonnais yang telah merajai Paris selama 5 generasi?. Meski seberapa banyaknya pun mantra yang digumamkan Magalie pada chocolate chaud buatannya, tetap tak membuat pelanggannya bertahan di kedai penyihir. Magalie benar-benar murka pada Philippe yang melewati teritorinya. Satu hal yang tak Magalie tahu, Philippe justru membangun Lyonnais di pulau itu, gara-gara kedai penyihir. Philippe merasa tersihir dengan kemisteriusannya. 
Bermula saat pertemuan di pembukaan Lyonnais, Magalie yang menolak macaron buatan Philippe yang terkenal, memercikkan permusuhan diantara mereka. Philippe benci sekaligus penasaran bila seseorang mampu menolak maha karyanya. Penolakan Magalie dibalas Philippe dengan penolakan serupa terhadap cokelat panas karya Magalie. Akhirnya peperangan dingin diantara mereka tak terelakkan. Semua orang tahu , batas benci dan cinta beda tipis begitu pun ketertarikan keduanya yang ditutupi keangkuhan. Jauh di lubuk hati, keduanya mengakui godaan dari karya masing-masing. Magalie selalu tergoda untuk mencicipi macaron Philippe yang tampak lembut. Serta Philippe yang selalu tersihir dengan wangi cokelat Magalie. Ego keduanya tak mengizinkan menyerah. Hari itu datang saat keduanya telah tergoda dan bersiap menyerah pada karya masing-masing. Saat valentine tiba. Namun, ada satu lagi tembok yang menghalangi: masa lalu yang menghantui masa depan. Philippe juga mulai menyadari bahwa Magalie yang selalu sempurna dalam hal fashion ini bersembunyi dalam kesempurnaanya. Membuat Philippe harus menjadi seorang pangeran yang menyelamatkan rapunzel dari "tembok" tinggi.




The Chocolate Kiss merupakan seri kedua dari Amour et Chocolat series setelah The Chocolate Thief. Pada seri kedua ini masih bersetting di Paris dan masih dibumbui cokelat dan seorang chef. Dari awal memang buku ini sudah jadi incaran saya sejak tahun lalu, tapi baru bisa baca di tahun 2014. Yang menarik dari karya Laura Florand menurut saya adalah ketidaktergesa-gesaannya dalam merangkai cerita. Memang untuk sebagian orang, cerita yang terlalu lambat mengalir akan membuat bosan. Tapi justru di buku ini, mengalir tanpa tergesa-gesa. Dari konflik awal (saat Magalie ribut dengan Philippe) ke klimaks (saat akhirnya Magalie mau membuka diri untuk Philippe) cerita saja sampai pada sekitar 290 halaman. Cukup bikin greget sama penulis, kenapa enggak cepet-cepet sih?. Tapi di setiap perseteruan-perseteruan Magalie dan Philippe lah yang membuat buku ini menarik karena diisi tingkah lucu Magalie dan romantisnya Philippe. Tidak menyesal mambaca buku ini ^_^.
Saya menemukan kerancuan di kalimat,
"Masuk ke dalam teritori orang lain, mencoba mencuri pelanggan mereka, dan menawarkan sedikit gula untuk membuatmu keadaan?"
untuk membuatmu keadaan ini entah apa maksudnya, sepertinya saya juga harus baca versi aslinya mungkin supaya bisa memahami kalimat ini.
Sejauh ini untuk karakter tokoh yang ditampilkan, Magalie, Philippe, kedua bibi Magalie, dan teman-teman Magalie, cukup kuat. Tidak serta merta terlalu banyak kebetulan dan sengaja ada hanya untuk tempelan. Karena tokoh-tokoh bukan utama juga menjadi pendukung cerita dengan alasan kuat terhadap tokoh utama. Seperti kedua bibinya. Dua orang ini menggambarkan hubungan pertemanan 40 tahun mereka yang terjalin baik dan hubungan ini yang tidak dimiliki si Magalie. Sehingga Magalie merasa perlu tinggal bersama bibinya untuk merasakan kebersamaan ini. Meski ya, ada bagian kebetulan juga saat ternya tokoh Sylvain dan Cade di novel  The Chocolate Thief. muncul di novel ini.
Sampulnya juga unik, malah saya lebih suka sampul versi Indonesia ini dibanding sampul versi aslinya. 
"Jika kau mencintai seseorang, kau harus menyediakan ruang utnuk orang itu setiap hari"
Original foto here edited by me

Keep reading for rest of your life :) 
Rating: 3,5/5



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar