Selasa, 28 Oktober 2014

Fangirl

Judul: Fangirl
Penulis: Rainbow Rowell
Penerbit: Penerbit Spring
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 456 halaman
Tahun Terbit: 2014 (untuk edisi Indonesia)
ISBN13: 9786027150508

"Apa kau pernah dengar pemahat yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak memahat sebuah objek; mereka memahat semua yang bukan objek"
-Cather-

"Hidup bahagia selamanya, atau bahkan hanya bersama selamanya, bukanlah murahan,"
-Wren-

Sebagai penulis, Rainbow Rowell telah mampu menggaet para pembaca untuk menyukai karyanya. Terbukti dari dua novel bergenre Young Adult, yaitu Eleanor & Park dan Fangirl masuk di jajaran The New York Times Best Sellers. Mengagumkan untuk penulis yang baru meluncurkan empat novel, yaitu dua novel yang sebelumnya disebutkan, Attachments, dan Landline. 

Fangirl sendiri merupakan proyek NaNoWriMo milik Ranbow Rowell di tahun 2011. Novel Fangirl ini menyuguhkan realita dunia para penulis fanfiksi melalui tokoh Cather. Cather yang lebih mencurahkan segala aktivitasnya di dunia tulis-menulis fanfiksi merasa enggan untuk menyapa dunia luar yang bukan bagian kesehariannya. Dari sini, pembaca diajak menyelami bagaimana tokoh Cath ini lebih terkubur di dunia maya dibanding dunia sebenarnya. Cath lebih suka berlama-lama di dunia tokoh Simon (kebayang dalam otak saya, Simon ini kok seperti Harry Potter ^^), idolanya, dibandingkan dengan  menjalin pertemanan dengan Reagan, teman sekamar Cath. Cath juga lebih senang menyelesaikan karya fanfiksinya dibanding mengerjakan tugas kuliah dari professor. Pembaca akan ditantang untuk tidak menyukai tokoh Cath, padahal Cath tokoh utama di cerita ini. Masalah mulai muncul saat kenyataan menghantam Cath. Bagaimanapun, kita masih memiliki dunia nyata yang terkadang terbengkalai akibat dunia maya. Sikap Cath yang tertutup membuatnya harus rela makan dengan batangan energi dan selai pada awal masa perkuliahan, akibat Cath yang malu bertanya tempat makan di asrama,

 "Bukan begitu... aku tidak suka tempat-tempat baru. Situasi baru. Bakal ada banyak orang, dan aku tidak tahu harus duduk dimana-aku tidak mau ke sana"
Belum lagi sikap Wren, si saudara kembar, yang mulai berubah. Padahal Cath dan Wren adalah bagian tak terpisahkan. Satu-persatu masalah dunia nyata menghantam Cath. Rainbow Rowell sepertinya ingin menunjukkan "gini loh sebenarnya beberapa realita kehidupan orang yang lebih banyak menghabiskan waktu dalam dunia maya dibandingkan dunia nyata". 
Source: here edited by me


Penulis tidak hanya menceritakan kisah Cath sebagai pemulis fanfiksi. Tapi, di sini juga diceritakan masa adaptasi bagi Cath yang merupakan mahasiswa baru di universitas. Saya mengalami sendiri rasanya menjadi mahasiswa baru yang masuk ke dunia perkuliahan yang menurut saya sangat asing. Masa awal perkuliahan bukanlah hal menyenangkan bila dirimu berasal dari daerah lain, tidak memiliki teman yang dikenal di universitas baru, dan menjadi pemegang beasiswa. Tuntutan untuk dapat bergaul padahal dirimu pendiam dan cenderung tak suka dengan "perubahan", tuntutan untuk dapat mempertahankan beasiswamu di tengah-tengah dunia yang asing, dan tuntutan-tuntutan lainnya bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Sehingga diri akan cenderung menarik diri dari lingkungan luar. Kurang lebihnya perasaan Cath dan ketertarikannya terhadap fanfiksi ini dapat saya pahami. Dan penulis dapat menjabarkan perasaan dan kisah Cath sebagai mahasiswa baru ini dengan baik.
Permasalahan keluarga juga menjadi salah satu inti cerita ini. Cath amat benci ibunya dan amat menyayangi ayahnya. Sayangnya, ayahnya memiliki seusatu yang membuat Cath was-was bila meninggalkannya sendirian. Dan ia tak dapat bergantung pada ibu yang meninggalkannya,
"Kau tidak berhak menjadi ibu kalau kau muncul setelah anak-anak sudah tumbuh besar..."
Terbayang bukan bagaimana rumitnya hidup Cath ini? 
Tentunya, harus ada penyelesaian untuk masalah Cath ini. Sepertinya dunia mulai memihak Cath dengan mengirimkan teman, profesor, dan seorang cowok yang mendukungnya. Yup, ada kisah romance juga di novel ini. Naik turunnya kehidupan Cath akan dipaparkan melalui kisah cinta Cath. Kesan saat membaca kisah ini ibarat makan kue coklat yang kemanisan. Bukan, bukan kemanisan yang membuat kita malas memakannya. Tapi, justru karena ada sensasi pahit dan bau khas cokelat, sehingga rasa manis dapat menyeimbangkannya, 
"Berapa usiamu?"
"Dua puluh satu."
Cath mengangguk. "Kau kelihatan lebih tua."
"Ini karena rambutnya," kata Levi, masih tersenyum
"aku suka rambutmu," kata Cath tiba-tiba
Well, sepertinya Cath bakal jadi tokoh favorit wanita untuk tahun ini. Good job, Rainbow Rowell! ^^

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 4/5



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar