Senin, 26 Januari 2015

The Giver #GRI Readathon Day 2015

Judul: The Giver (Sang Pemberi)
Penulis: Lois Lowry
Penerbit: Gramedia
Cetakan: -
Jumlah Halaman: 232 halaman
Tahun Terbit: 1993 (Agustus 2014 oleh Gramedia)
ISBN: 9786020306681
Genre: Fiksi, Fantasi, Young Adult, Science Fiction, Dystopia
Format: Paperback

"Mulai hari ini, saat ini, setidaknya untukku, kau adalah Sang Penerima"
-Sang Pemberi-

"Aku merasa kasihan pada siapa pun yang berada di tempat yang membuatnya merasa aneh dan bodoh."
-Jonas-


Komunitas yang ditempati Jonas saat ini, adalah dunia yang sempurna dan teratur. Tidak akan ditemukan perbedaan yang membuat orang-orang merasa tidak nyaman. Tidak harus merasa aneh. Segalanya sama. Namun segalanya terasa berbeda menjelang Desember saat umur Jonas mencapai dua belas. 

Dia bersemangat menunggu datangnya Desember. Dan dia gembira, tentu saja. Semua anak sebelas gembira menanti peristiwa yang akan terjadi. 
Tetapi ada sedikit kegugupan ketika Jonas memikirkannya, tentang apa yang mungkin terjadi.
 Kekhawatiran Jonas cukup beralasan. Karena umur dua belas di komunitas tersebut merupakan awal menuju kedewassa. Anak umur dua belas akan diberi tugas pada hari "Penugasan". Tugas-tugas ini dilakukan oleh Komite Tetua dengan mempertimbangkan karakter anak dari bayi hingga ia berumur dua belas.
Seperti halnya Penyatuan Pasangan, Penamaan, dan Penempatan anakbaru, Penugasan dipertimbangkan dengan saksama oleh Komite Tetua.
Ya, segalanya dalam komunitas, selalu diatur oleh Komite Tetua demi menghindari perbedaan. Sayangnya bagi Jonas, saat itu ia merasa berbeda. Ada bagian dari dirinya yang merasa bahwa hari "Penugasan" akan membuat hidupnya berubah seluruhnya. Dan firasat Jonas benar adanya. Ia berbeda. Ia Yang Terpilih dari sekian banyak orang di komunitas. Ia dipilih sebagai Sang Penerima yang akan dilatih oleh Sang Pemberi (The Giver).


Di awal buku ini mengisahkan ketakutan Jonas menghadapi umur dua belas. Di komunitasnya, umur tersebut sudah layak diberi tanggung jawab dan merupakan awal kedewasaan. Sejujurnya, membaca buku ini di bagian awal agak membuat bosan, oleh karenanya buku ini menumpuk di shelf "currently reading" cukup lama. Saya bertanya-tanya, dimana sebenarnya letak keseruan buku ini yang digadang-gadang telah terjual 10 juta eksemplar?. Berniat untuk membabat habis timbunan, maka saya memutuskan menyertakan buku ini di acara GRI Readathon Day 2015 pada hari sabtu lalu. Acara ini merupakan acara baca maraton tanpa henti selama 4 jam, terhitung dari jam 12.00-16.00 WIB. Akhirnya saya berhasil menamatkan buku ini dan menemukan dimana letak keseruan itu. Hore!
Seperti dikatakan penulis di bagian pendahuluan, bahwa bagaimana jika ingatan kita menjadi selektif, sehingga segala perasaan yang tak mengenakan dapat dihilangkan. Penulis mengawali ide cerita dengan kata pengandaian yang memulai segala penemuan, "Bagaimana Jika?". Dari segi tema, buku ini menghadirkan sesuatu yang baru dan segar. Tema "keselektifan ingatan" belum banyak diangkat menjadi kisah fiksi. Tema ini berwujud dalam sebuah komunitas yang menganut paham "kesamaan" dan "keteraturan". Makna kesamaan secara harfiah diterapkan pada komunitas ini. Seperti jumlah keluarga, pemakaian bahasa, tata tertib sehari-hari. Jumlah keluarga dalam komunitas ini hanya diperbolehkan 4 orang, yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak. Semua hal yang berkaitan dengan komunitas diatur oleh Komite Tetua.
Seperti halnya Penyatuan Pasangan, Penamaan, dan Penempatan anakbaru, Penugasan dipertimbangkan dengan saksama oleh Komite Tetua.
Tokoh Jonas yang memiliki karakter rasa ingin tahu dan "berbeda" menimbulkan masalah di kisah ini. Pada akhirnya karakter Jonas sebagai Sang Penerima yang membawa kisah mencapai klimaks yang dapat mengubah keseluruhan cerita. Karakter Sang Pemberi yang telah menerima berbagai ingatan, mendorong Jonas untuk mengambil keputusan penting bagi komunitasnya.
Deksripsi dan narasi dari si penulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga tidak bertele-tele dan terasa pas. Tentu Jonas sebagai tokoh utama, hampir seluruhnya diceritakan dari sudut pandang Jonas. Keseruan dari buku ini baru saya temukan di bagian tengah, saat Jonas memulai pelatihannya.
Lalu mengapa buku ini termasuk dalam daftar "Banned Books"? Rasa-rasanya bila seru dan penuh petualangan, cocok dengan anak-anak atau remaja.
Dari beberapa bagian yang saya telah baca, memang ada "seusatu" yang agak tidak baik dibaca anak-anak. Seperti bagian hukuman dan Pelepasan. Kedua bagian ini bagi saya sendiri membuat merinding. Bagaimana jika saya yang mengalaminya pada saat itu, pada usia itu? Tak terbayangkan.
Untuk terjemahan buku ini apik hanya saja ada beberapa typo yang bertebaran jika tidak diperhatikan memang tidak kelihatan. Tapi meski dengan adanya hal ini, tidak mengurangi kisah yang ingin disampaikan Lois Lowry. Dan terima kasih pada Jonas yang telah membuat saya menangis dan tidak puas -__-.

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 5/5
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar