Selasa, 10 Februari 2015

Interval

Judul: Interval - Time and Space to Talk
Penulis: Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit: Grasindo
Cetakan: -
Jumlah Halaman: 280 halaman
Tahun Terbit: 2015
ISBN13: 9786022518686
Genre: Fiksi, Teenlit, Romance
Format: Paperback 

"Karena mengkhawatirkan aku hanya akan membuat Mama lelah. Dan itu akan membuat Mama semakin jauh"
-Anna-


"Gue benar-benar sudah muak dengan keadaan keluarga kita sekarang. Gue berharap, keluarga kita bisa kayak dulu lagi."
-Erash-


Interval berkisah tentang dua kakak beradik yang memiliki batas. Anna, sang adik, memilih untuk menyibukkan diri dalam dunia olahraga demi menjaga jarak dengan keluarga dan tentu saja dengan Erash, si kakak. Lain halnya Erash, ia lebih suka memberontak dan berkamuflase menjadi siswa pintar tapi menyebalkan. Oleh karena itu, Erash lebih sering menghabiskan jam-jam awal sekolah di ruang piket bersama guru BP. Orang lain tak pernah mengetahui apa yang mereka rasakan, pun hubungan kekeluargaan mereka.

Anna adalah gadis enerjik yang menyukai olahraga. Terkenal di sekolah sebagai kapten basket putri dan memiliki sabuk biru taekwondo. Bila melihat di luar, Anna tentu saja sempurna. Populer dan menarik. Sayangnya tidak bagi Anna sendiri. Terlebih ia memiliki hubungan rumit dengan keluarga. Inginnya ia memiliki hubungan harmonis dengan Erash. Namun kelebatan inagatan lima tahun lalu, membuat Anna bertahan untuk tetap angkuh.
Namun rentang waktu yang lama tak pernah jadi alasan bagi Anna untuk melupakan sesuatu. Memori-memori di otaknya bangkit kembali. Memori yang tak pernah ingin dia ingat, namun justru membekas. Lima tahun lalu.
Bagi Erash, keinginan terbesarnya adalah merekatkan kembali retakan keluarga Sadjana. Usaha Erash seringkali digagalkan oleh anggota keluarganya. Beberpa kali ia berusaha, bahkan sampai membolos dari sekolah demi menarik perhatian ayah dan ibu. Sayang, semuanya gagal.
"Gue benar-benar sudah muak dengan keluarga kita sekarang. Gue berharap, keluarga kita bisa kayak dulu lagi."
Anna dan Erash, berdua mereka mencoba untuk memupus jarak antara keduanya. Mencoba untuk menghapus interval.


Interval adalah novel yang berkisah mengenai anak-anak dari keluarga yang tak harmonis dan usaha mereka untuk kembali menjadi keluarga yang utuh. Layaknya novel dengan tema ini, tentu konflik utama adalah masalah keluarga yang berimbas pada diri sendiri dan hubungannya dengan anggota keluarga lain. Sudut pandang dari Interval diambil dari sisi Anna dan Erash yang secara langsung merasakan konflik.
Penuturan cerita dalam Interval menggunakan bahasa gaul sehari-hari seperti "lo", "gua". Hal ini mungkin dikarenakan tokoh utama dalam cerita ini adalah remaja sehingga dengan bahasa tersebut percakapan yang terjadi antar tokoh lebih terasa ringan bila dibandingkan menggunakan "aku" dan "kamu". Cerita dibagi ke dalam dua bagian. Yaitu, bagian Anna yang ditulis oleh Nay Sharaya dan Erash yang ditulis oleh Dion Sagirang. Meskipun terbagi menjadi dua bagian, buku ini tidak dapat dibaca terpisah dan acak. Pertama pembaca harus membaca terlebih dahulu bagian Anna baru kemudian Erash.
Karakter Anna secara umum adalah gadis yang enerjik, agak angkuh, cenderung impulsif, dan menyukai tantangan. Sayangnya, bagian Anna ini kurang terasa greget. Pendalaman karakter Anna kurang terasa. Anna ingin kembali memiliki hubungan harmonis dengan Erash, maka ia memulai usahanya dengan mulai menjadi seperti kakaknya yang pintar. Alasan-alasan di balik sikap Anna tidak dijelaskan secara mendalam. Akibatnya, pembaca baru akan memahami hal ini justru setelah membaca keseluruhan buku. Kesalahpahaman Erash dan Anna juga belum terpecahkan. Erash sendiri adalah pemuda yang pintar, senang menyendiri, dan cenderung ingin menarik perhatian orang tua/keluarganya melalui hal-hal yang menantang. Dion, berhasil menggambarkan sosok Erash dengan baik. Namun, untuk bagian rekonsiliasi dari konflik antar tokoh, terasa mengambang di permukaan. Mungkinkah karena keterbatasan halaman? Hal inilah yang membuat saya menantikan kelanjutan kisah Anna dan Erash. Akankah ada sekuelnya? Moga saja ya!
Saya menikmati membaca Interval ini dan berhasil menghabiskannya hanya dalam dua jam. Bahasa yang ringan membantu saya untuk tidak terlalu berpikir mengenai konfliknya yang berat. Bagian menggantung di sisi Anna juga membuat saya melanjutkan ke bagian Erash. Dan buku ini memiliki sampul yang eye-catching.

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar