Sabtu, 28 Februari 2015

Kedai 1001 Mimpi


Judul: Kedai 1001 Mimpi
Penulis: Valiant Budi
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Ketiga 2011
Jumlah Halaman: 444 halaman
Tahun Terbit: 2011
ISBN: 9797804976 
Genre: Non Fiksi, Memoir
Format: Paperback

"Kedai 1001 Mimpi berdasarkan kisah nyata. Beberapa nama dan tempat saya samarkan demi perlindungan dan permintaan. Saya tak meminta Anda untuk percaya. Silakan cari data atau buktikan sendiri."

Valiant-"Vabyo/Vibi"- Budi adalah seorang penulis kelahiran Bandung yang telah banyak menelurkan karya. Salah satu buku karya Vabyo adalah Kedai 1001 Mimpi. Kisah dalam buku ini merupakan kisah nyata yang dialami Vabyo sendiri saat ia menjadi seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Saudi Arabia. Sebenarnya, Vabyo tidak memiliki mimpi sebagai TKI yang ia inginkan hanyalah dapat tinggal di Timur Tengah atau Afrika,

...ingin tinggal di luar negeri itu sudah ambisi dari balita. Ada "keganjilan" dalam ambisi tersebut, luar negerinya bukan negara favorit semacam Amerika atau Eropa, tapi negara-negara di Timur Tengah atau Afrika."
Namun, demi mimpinya, bahkan menjadi pekerja di luar negeri pun ia akan jalani. Oleh karenanya, saat ada lowongan sebagai barista di Arab Saudi, Vabyo mengikuti proses perekrutan dari pekerjaan ini. Alhasil, ia diterima sebagai barista di kedai kopi internasional "Sky Rabbit" Alkhobar, Saudi Arabia. Tentu cerita tak habis di sana. Vabyo yang berada di negara dengan budaya yang berbeda dari Indonesia mesti menyesuaikan diri dengan keadaan di sana. Mulai dari cuaca sampai ke bahasa dan etika. Sayangnya, Arab Saudi tak seperti apa yang terbayangkan selama ini dalam benak orang-orang kebanyakan. Bila melihat banyaknya kasus kejahatan terhadapa TKI Indonesia dari Arab Saudi seolah menjadi indikasi awal kebenaran untuk fakta-fakta lainnya.  
Sebagai barista baru di Sky Rabbit, Vabyo memiliki pekerjaan yang jauh dari kata barista. Hari pertama bekerja, ia tidak disuruh meracik kopi, tapi justru diberi tugas melayani pelanggan dan memberihkan meja-meja. Anehnya adalah lingkungan kafe yang tidak tenang. Suasana kafe dipenuhi oleh teriakan pembeli yang ingin pesanannya segera selesai dan meja yang berantakan. 
Aku lalu membersihkan meja-meja yang sudah tak beraturan dengan berbagai benda dan sampah di atasnya. Gila, deh, entah bagaimana cara mereka meminum kopi. Gelas bertelungkupan, piring terbalik, krim kue menceceri meja, kopi mengenangi sofa.
Bukan itu saja, terkadang sebagai orang asing dan pegawai baru, tak jarang vabyo disuruh bertugas shift yang bukan bagian shiftnya. Buku ini juga bukan hanya tentang pekerjaannya sebagai barista, tapi banyak juga mengenai pengalamanya tinggal di negara Arab sebagai TKI, mulai dari pelecehan yang sering dialaminya hingga pertemanan yang terjalin antara dirinya dan para TKI lain.


Buku ini dibacaulang karena saya tidak dapat mencerna buku ini secara keseluruhannya. Gaya bercerita penulis yang seringkali menyisipkan beberapa kata yang tak nyambung dari cerita dan sering melantur sempat mengganggu saya dulu. Dan buku ini tak sempat saya review. Akhirnya datang kesempatan untuk reread buku ini pada event baca dan posting bareng BBI 2015. Untuk tema kali ini adalah mengenai profesi.
Secara umum, tema dari buku ini adalah pengalaman si penulis sebagai TKI di Arab Saudi beserta suka dan dukanya. Penulis berbagi berbagai hal mengenai pekerjaan dan pengalaman saat bekerja di KSA. Membaca Kedai 1001 Mimpi, serasa disuguhi kenyataan berlainanan dengan anggapan saya sendiri mengenai negara KSA ini. Nyatanya tetap ada dua sisi kelebihan dan kekurangan dari negara ini.
Gaya bercerita penulis yang santai dan kadang ditingkahi oleh kalimat-kalimat yang melantur rasanya memang dapat mendekatkan pembaca dengan kisah ini. Sayangnya, saya pun sesekali merasa jenuh dan melewati celotehan penulis. Langsung menuju cerita intinya. Bahasa yang digunakan tidak kaku dan luwes. Saya beberapa kali membaca karya Vabyo, seperti Menuju (h) dan Kala Kali, gaya khas Vabyo adalah bercerita dengan ringan dan kocak. Hal ini yang membuat cerita ini segar. Memang lebih banyak sisi kelamnya menjadi TKI, tapi dengan gaya bercerita penulis, hal ini tidak membuat buku menjadi suram.
Cukup banyak dijelaskan mengenai seluk beluk dunia TKI dan suka dan dukanya. Dan dari buku ini banyak gambaran mengenai budaya KSA, keadaan TKI di sana, dan hal-hal menarik dari sebuah pekerjaan.


Keep reading for rest of your life :)

Rating: 3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar