Minggu, 12 April 2015

Outlander Book 1


Judul: Outlander Book 1
Penulis: Diana Gabaldon
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2012
Jumlah Halaman: 570 halaman
Tahun Terbit: 1991 (2012 oleh Gagas Media)
ISBN: 9797805840 
Genre: Fiksi, Time Travel Romance
Format: Paperback

Jadi. Jamie memberiku pilihan, yang awalnya kuberikan padanya. 
-Sassenach- 

Apa yang diinginkan oleh Claire Randall adalah menikmati mas bulan madu keduanya dengan Frank Randall. Mereka memutuskan memilih Skotlandia sebagai tempat bulan madu, karena menurutnya di sanalah mereka dapat memperbaharui suasana pernikahan mereka setelah perang usai.
...aku pikir kami berdua merasa Skotlandia adalah tempat simbolis untuk memperbarui pernikahan kami; kami menikah dan menjalani bulan madu selama dua hari di Highland, tidak lama sebelum perang pecah tujuh tahun yang lalu.

Tanah Skotlandia memang cantik dan berkesan misterius bagi Claire. Bukan tanpa alasan skotlandia tampak misterius, sebab di sana warga masih memegang teguh tradisi nenek moyang. Meskipun mereka telah memiliki agama dan saat itu adalah tahun 1947. Seperti darah yang ditemukan Claire di tangga rumah tempat mereka menginap. Awalnya Claire mengira induk semangnya terluka, namun ternyata darah tersebut adalah sisa-sisa sesajen ritual yang dilakukan oleh penduduk Highland untuk memperingati rumah baru.
Tidak ada tempat di muka bumi ini yang menggabungkan takhayul dan sihir dengan kehidupan sehari-hari mereka melebihi orang Highland Skotlandia. Rajin ke gereja atau tidak, Mrs.Baird percaya pada cerita orang tua, begitu pula dengan semua tetangganya

Sayangnya bagi Claire yang berpikir modern dan praktis, hal takahayul semacam ini tak begitu ia percayai dan kadang ia menunjukkan sikap skeptis bila tak bersama suaminya. Frank yang seorang ahli sejarah tentu saja merasa tertarik dengan segala hal yang menghubungkan Skotlandia dan sejarahnya. Apalagi diketahui ternyata leluhur Frank pernah memiliki sejarah di Skotlandia. Oleh karenanya, bagi Frank berbulanmadu ke Skotlandia juga sebagai ajang pencarian sejarah keluarganya. Di samping usaha mereka memperbarui pernikahan dengan berusaha memiliki seorang anak. Lain halnya bagi Claire, ia sungguh ingin memiliki seorang anak dari Frank, hal ini yang membuatnya setuju untuk berbulanmadu di Skotlandia. Di luar usaha mereka dan Frank, Claire lebih menyukai kegiatan mencari tanaman obat herbal dan memepelajari pengobatan tradisional dari penduduk setempat. Tapi bagi penduduk setempat Claire hanyalah seorang Sassenach. Outlander. Orang luar.
Kegiatan mencari tanaman herbal ini yang mengantarkan Claire menemukan Craigh na Dun. Tempat terletaknya Henge sebagai tempat semacam ritual. Claire memberitahukan penemuan ini pada Frank. Dan Frank yang mengetahui banyak sejarah, mengajak Claire menyaksikan ritual para wanita di saat matahari terbit. Dan benar adanya, Claire menemukan sekelompok wanita yang seolah menari dan melakukan penyembahan saat matahari terbir. Keesokan harinya, saat Claire kembali ke tempat tersebut untuk mencari tanaman herbal kembali, ia justru mendengar jeritan dan teriakan dari dalam batu. Dan secara tiba-tiba ia telah berada di tempat lain dan di waktu yang berbeda.
Keanehan Claire yang berada di tempat berbeda seakan berasal dari luar, membawa dirinya terperangkap dengan Kapten Jack Randall. Tapi tunggu dulu, rasanya wajah Kapten Jack ini mirip dengan Frank. Namun, ia memiliki rambut panjang dan berbusana layaknya prajurit Inggris di tahun 70-an. Claire menyangka ia berada di tempat syuting film, nyatanya tidak. Ia memang berada di tahun 70-an, saat ia menyadari laki-laki Skotlandia yang memakai Kilt. Claire terlempar ke masa lalu dan menemukan dirinya berada dalam persimpangan antara cintanya terhadap Frank di masa kini dan gairahya bersama Jamie Fraser, si laki-laki Skotlandia di masa lalu.  


Tema dari novel Outlander ini adalah kisah Claire Randall yang terlempar ke masa lalu dan menemukan cintanya pada laki-laki Skotlandia. Sayangnya, dia masih berstatus sebagai istri dari Frank Randall dan ia mencintai Frank juga. Claire berada diantara kemelut kisah cintanya antara Frank dan Jamie. Kisah ini dibumbui sejarah saat Inggris menduduki Skotlandia.
Alur, meskipun Claire telermpar ke masa lalu, tapi alur dari kisah ini bergerak maju setahap demi setahap mengikuti kisah Claire di Skotlandia pada tahun 1743. Kisahnya cukup berjalan lambat dan hampir berbelit-belit dengan kisah sejarah yang berada dalam pikiran tokoh Claire. Kadang juga terselip kisah Frank dan Claire yang berada dalam kenangan Claire. Karena sudut pandang yang digunakan adalah aku-nya Claire, di sini pembaca diajak mengikuti perasaan frustasi Claire yang terlempar ke masa lalu, rasa ketertarikan Claire terhadap Jamie, dan lainnya. Tokoh Claire sebagai heroine menunjukkan wanita yang keras kepala, suka mengumpat, realistis, dan logic. Sedangkan Frank, si suami, adalah tokoh pria akademisi yang lembut, teramat mencintai Claire, dan orang yang serius. Lain halnya Jamie, dia adalah tokoh hero yang konon memiliki rupa menawan khas orang Skotlandia, berperangai lembut, memiliki jiwa petarung, dan senang menolong orang. Tokoh Jamie lebih muda dibandingkan Claire dan Frank. Ada juga tokoh lain seperti Dougal, Murtagh, Colum McKanzie sebagai pemimpin klan.  
Setting dari cerita ini di tahun 1945 dan kebanyakan tahun 1743 di Skotlandia. Unsur budaya lokal/Skotlandia kental terasa di novel ini. Mulai dari kepercayaan penduduk setempat sampai sistem pemerintahan kastil yang dianut oleh klan. Jadi, umumnya di Skotlandia saat itu suatu klan akan memiliki kastil dan daerah miliknya sendiri. Di sana sang pemimpin klan akan melindungi anggotanya dan sebagai timbal balik para anggota akan menyerahkan pajak pada kepala klan. Selain itu permasalahan klan juga diputuskan oleh kepala klan sendiri. Masalah hal takhayul dan hal-hal yang berbau mistis cukup kental juga, ya seperti ritual sesajen, kepercayaan terhadap hal-hal gaib. Segi fisik, buku satu bersampul biru dengan nama pengarang yang dominan dibandingkan dengan judul buku sendiri.
Kesan romance-nya cukup terasa dari kaver buku yang menunjukkan gambar kalung mutiara. Buku versi terjemahan dicetak dalam kertas seperti kertas buram dengan font huruf yang cukup kecil. Mungkin karena banyaknya halaman, buku seri Outlander yang pertama dibagi menjadi dua buku dalam terjemahannya. Padahal untuk buku dari bahasa aselinya hanya terdiri dari satu buku. Cukup banyak typo yang bertebaran, tapi untuk segi terjemahan enak dibaca. Buku ini juga cukup banyak unsur romance dan dewasa, namun penerbit telah bijaksana dengan mencantumkan label Novel Dewasa Terjemahan di bagian belakang buku. Aku menyukai unsur sejarah dari buku ini. Rasanya aku sudah pernah bilang bahwa aku tidak menyukai tokoh wanita yang terjebak cinta segitiga dan plin-plan dalam memilih, tapi bila melihat kekeraskepalaan Claire dalam buku ini, aku cukup menyukai Claire.

Keep reading for rest your life :)

Rating: 3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar