Sabtu, 29 November 2014

French Pink

Judul: French Pink
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Grasindo
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 80 halaman
Tahun Terbit: 2014
ISBN13: 9786022516873
 
 
"Kalau saja aku punya keberanian untuk mati, akan kulakukan sekarang juga"
-Hitomi-

"Sekarang, saya membutuhkan syal berwarna French Pink."
-Hane-


French Pink adalah novel karya Prisca Primasari yang mengisahkan Hitomi, sebagai tokoh utama. Hitomi bekerja di toko yang menjual pita berbagai warna. Ia adalah pelayan favorit pengunjung. Selain pembawaan yang ceria, Hitomi juga mampu menebak dan memberi rekomendasi warna yang benar-benar pas dengan keinginan pelanggan. Hitomi akan melayani pelanggan dengan senang hati beserta senyuman ceria. Sayangnya, hal itu telah menjadi kenangan. Hitomi sekarang adalah Hitomi yang murung dengan mata yang telah kehilangan keceriaanya. Hitomi hanya akan merekomendasikan warna hitam pada pelanggan. Dan Hitomi saat ini hanya ingin mati,
Kalau saja aku punya keberanian untuk mati, akan kulakukan sekarang juga
Hitomi tidak ingin mencoba tegar dengan apa yang menjadi kesedihannya. Hingga, ia menemukan bulu burung gagak yang terjatuh di langit Tokyo. Bersamaan dengan hal ini, mucul juga laki-laki aneh yang bertanya warna,
"...Bisakah Hitomi-san memberitahukan kepada saya apa warna jerapah itu?"
Bukan hanya itu, laki-laki aneh  mampu menebak keinginan mati Hitomi. Tentu saja hal ini membuat Hitomi ketakutan. Dan esoknya iHitomi bertemu kembali dengan si laki-laki aneh dengan pertanda gagak dan keinginan untuk memiliki pita berwarna English Lavender. Dan hari berikutnya ia meminta Syal French Pink. Benar-benar aneh. Siapa sebenarnya laki-laki ini? Apakah dia dewa kematian yang selalu muncul dengan gagak? Apakah ini kebetulan?
 

Kisah Hitomi dan Hane ini memiliki keunikan tersendiri dengan tokoh yang percaya tentang Shinigami, pertanda kematian, tentang pita-pita, dan keputusasaan. Di awal membaca, pembaca disuguhi keputusasaan Hitomi yang ingin mati bila saja ia bisa mati kala itu juga. Kesedihan Hitomi dihadirkan melalui dirinya yang sudah tidak mampu memberikan rujukan warna pita bagi pelanggan. Sebagai tokoh utama, karakter Hitomi terasa sangat putus asa. Penulis menjabarkannya melalui sisi Hitomi yang penuh keputusasaan. Sayangnya, karakter Hane (si laki-laki aneh) yang kurang terasa begitu muncul. Kehadiran yang tiba-tiba tanpa penjabaran seperti ada bagian yang hilang. Entah karena cerita ini jelas pendek (hanya 80 halaman) atau memang karena penulis menyiapkan kejutan, kesannya penjabaran dari sisi Hane menjadi tidak memenuhi rasa penasaran saya sebagai pembaca.
Plot yang penuh twist ini cukup membuat penasaran. Namun, di bagian tengah cerita sebagai pembaca, saya sudah menduga-duga bagaimana kedua tokoh ini akan berakhir, alasan di balik sikap Hane, dan alasan keputusasaan Hitomi. Judul yang mengangkat salah satu warna ini terbilang unik. Dari buku ini juga, pembaca akan mengetahui bahwa pink bukan hanya sekedar warna pink. Ungu bukan hanya sekedar ungu. Ada spesifikasi warna tertentu seperti French Pink dan English Lavender. Baru terlintas di benak saya saat menghabiskan buku ini, apakah buku dengan judul warna ini menjadi project penulis dengan penerbit? karena setahu saya buku Evergreen milik penulis juga berjudul warna.
French Pink menawarkan desain sampul yang manis. Sebenarnya ini alasan saya membeli (selain karya Prisca Primasari memang selalu saya nanti) dan memberi 4 bintang. Warnanya yang soft dan hiasan bulu-bulu yang menccerminkan kisah di dalamnya, tidak membuat mata sakit. French Pink juga menggunakan sampul hardcover. Awalnya hal ini membuat saya berpikir setidaknya cerita ini akan panjang, sekitar 100 halaman lebih karena sampul ini. Tetapi ceritanya pendek. Mungkin jika memakai kertas glossy di bagian cerita, saya tidak akan terlalu memusingkan hardcover ini. Saat saya membeli buku, jarang sekali saya memilih buku karena sampulnya. Tapi buku ini adalah salah satu dari beberapa pengecualian. Terlepas dari hal sampul dan lainnya, saya menikmati membaca French Pink . Kisah tentang bangkit dari keterpurukan hidup.

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 4/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar