Rabu, 03 Desember 2014

Bonus Track

Judul: Bonus Track
Penulis: Koshigaya Osamu
Penerbit: Penerbit Haru
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 380 halaman
Tahun Terbit: 2014
ISBN13: 9786027742369

 "Karena hanya halusinasi, kau akan menghilang kalau demamku turun. Karena itu aku tidak takut.... Walau aku takut terhadap kenyataan bahwa aku melihat halusinasi"
-Kusano Tetsuya-

"Aku sudah mati, tapi aku masih punya kesadaran. Kupikir setelah mati itu hanya ketiadaan"
-Yokoi Ryota-


Kusano Tetsuya hanya ingin menjalani hari biasa saja seperti sebelumnya. Ia akan berangkat untuk bekerja di toko hamburger sebagai manajer. Kusano akan menyusun berbagai jadwal kerja dari setiap pegawai, mengawasi stok bahan, mengurus toko, bahkan hingga membuang sampah. Sungguh pekerjaannya memang benar-benar menguras tenaga, sehingga ia tak punya waktu untuk mengurus masalah di luar pekerjaanya. Bahkan, kesukaan Kusano akan musik juga telah lama ia tinggalkan karena kesibukan di toko hamburger.

 Namun, malam itu berbeda. Hujan telah mengguyur sejak sore hari, saat ia akan keluar untuk bekerja. Dia tak menyangka dirinya akan menjadi seorang saksi peristiwa tabrak lari dari seorang pemuda yang melintas. Pemuda itu adalah Ryota yang keluar di malam hari berharap dapat bersenang-senang tapi dia malah tak akan pernah merasakan kesenangan lagi di bumi. Sebagai saksi, tentu Kusano memberikan berbagai detail yang ia saksikan kepada pihak berwajib. Sayangnya, hujan telah membuat bukti sulit ditemukan. Alhasil Kusano diinterograsi begitu lama. Esok harinya ia menderita demam akibat kehujanan dan lelah dari interograsi polisi. Dan disanalah ia mulai merasa melihat pemuda yang tertabrak itu. Ia menganggap hantu Ryota hanya halusinasi,
"Karena hanya halusinasi, kau akan menghilang kalau demamku turun. Karena itu aku tidak takut.... Walau aku takut terhadap kenyataan bahwa aku melihat halusinasi"
Hal ini sungguh membingungkan. Bahkan bagi  Ryota sendiri. Mengapa dirinya masih ada di bumi?
Aku sudah mati, tapi aku masih punya kesadaran. Kupikir setelah mati itu hanya ketiadaan.
Konon katanya ketika seseorang masih tetinggal di bumi ketika ia mati, maka ada urusan si mati yang belum selesai di bumi. Benarkah? Bagaimana dengan Ryota? Dia hanya pemuda biasa yang tak banyak punya urusan? Atau ia memang memiliki hal yang belum selesai? Seperti membantu Kusano yang membantun Ryota untuk menikmati hidup?


Source: here edited by me

Bonus Track sebenarnya bukan novel horor yang menakutkan meski berhubungan dengan hantu. Novel ini justru lebih menampilkan sisi humor dan inspuirasi dari cerita Ryota dan Kusano. Karakter Ryota, yang meski sudah tahu ia adalah hantu, tapi memiliki sifat yang periang dan positif. Meski ia sendiri menganggap dirinya adalah orang yang "transaparan" untuk orang lain alias orang biasa-biasa saja. Justru dari karakternya yang biasa saja membuat jalan cerita dari Bonus Track terasa dekat dan membumi dengan pembaca. Berbanding terbalik dengan Ryota, Kusano adalah karakter utama yang kehilangan rasa semangat dan menikmati hidupnya karena bekerja terus-menerus. Kedua tokoh in saling melengkapi satu sama lain.
Kisah berjalan agak lambat di awal, sehingga cukup menguji kesabaran untuk mengetahui bagaimana klimaksnya yang tak lain adalah saat menemukan tersangka penabrak Ryota. Bagian akhir jadi lebih sedikit dan klimaksnya kurang greget. Bagian kisah Ryota yang tertabrak agak berputar-putar dan  banyak mengisahkan kebiasaan tokoh melalui "tell" bukan "show". Karakter Ryota dan Kusano memang melengkapi tapi chemistry dari kedua tokoh ini kurang terasa. Justru lebih terasa chemistry antara Ryota dan Minami. Tapi, kisah perajalanan menuju klimaks cukup seru dengan kisah Ryota dan Kusano yang mulai memahami dan membantu sama lain. Dari beberapa novel jepang yang saya pernah baca, Ryota adalah tokoh yang paling ceria.
Setting dari Bonus Track lebih banyak dihabiskan di toko hamburger tempat Kusano kerja. Dari tempat ini juga kedua tokoh utama akan menemui tokoh lain. Penulis menngunakan POV yang unik. Yaitu, orang ketiga untuk Kusano dan orang pertama untuk Ryota. Setiap bab juga dipisah dengan menggunakan POV ini. Jadi, per-bab akan menggunakan POV dari Kusano dan Ryota secara bergantian. Yah, meski saya bukan penggemar novel jepang dengan tema hantu, tapi Ryota yang ceria cukup meramaikan cerita. Good job, Koshigaya Osamu sensei^^.

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar