Senin, 19 Januari 2015

Untunglah, Susunya

Neil Gaiman
Judul: Untunglah, Susunya
Penulis:
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama
Jumlah Halaman: 128 halaman
Tahun Terbit: 2013 (2015 oleh Gramedia)
ISBN13: 9786020312255
Genre: Fiksi, Adventure,Children Literature, Fantasy
Format: Paperback  

"Aku membeli susu,"..."Dan ya, aku menyapa Mister Ronson dari seberang jalan yang akan membeli koran. Aku keluar dari toko pojok, dan mendengar suara aneh seolah datang dari atasku, suaranya seperti: dhum...dhumm... Aku mendongak, dan kulihat piringan besar menggantung di Jalan Marshall."
-Ayah-

Pagi ini "aku" ingin memakan sereal. Tak ada yang lebih enak dibandingkan campuran sereal dan susu. Namun, susu dalam kulkas tak ada. Hanya ada jus jeruk. Aku dan adikku tak mungkin mencampur sereal dengan jus jeruk. Kemarin ibu pergi ke suatu konferensi, alhasil hari ini hanya ada kami, aku, adikku, dan ayah. Ibu sudah menyuruh ayah membeli susu, sepertinya ayah lupa hingga tadi pagi,
"Makan serealmu," katanya. "Ingat. Latihan Orkes sore ini."
"Kami tak bisa makan sereal," kata adikku sedih.
"Kenapa tidak?" kata Ayah. "Kita punya banyak sereal. Ada Toastio, ada muesli. Ada mangkuk. Ada sendok. Sendok itu sangat bagus. Seperti garpu tapi tidak untuk menusuk."
"Susu habis," kataku.
"Susu habis," kata adikku.
 Akhirnya ayah memutuskan membeli susu ke toko pojok. Toko pojok ada dekat rumah mereka. Tapi Ayah lama pergi. Sangat lama.

"Sudah lama Ayah pergi?" tanya adikku
"Tahunan," jawabku.
Ayah datang setelah mereka menunggu lama seperti berabad-abad. Dan Ayah tidak hanya datang membawa susu, tapi juga membawa kisah perjalanan ayah dalam membeli susu. Absurd dan aneh.
 Sorce: here edited by me 

Neil Gaiman memang terkenal menulis cerita yang beda dari biasa dan unik. Tidak seperti Stardust, yang lebih banyak unsur fairy tales, Untunglah, Susunya lebih banyak unsur magic dan teknologi meski absurd. Awal kisahnya sederhana, hanya tentang ayah ingin membeli susu untuk anak-anaknya. Sayangnya di tengah jalan, si ayah mengalami petualangan yang aneh bersama alien dan mesin waktu. Bahkan anaknya sendiri agak mempertanyakan kebenaran cerita ayah.
"Halo", pikirku. "Itu bukan sesuatu yang kaulihat tiap hari. Lalu sesuatu yang aneh terjadi."
Begitulah, Neil Gaiman mendongengkan kisah Untunglah, Susunya. Jalinan kata di buku ini jarang ditemui di buku fiksi yang saya baca. Beberapa kalimat pendek dan kadang terpotong. Bahkan ada kosa kata yang baru saya dengar di buku ini, seperti kata byar-pet (dalam versi terjemahan). Ada beberapa kata atau kalimat juga yang dipertebal. Mungkin, kata yang tebal ini seperi rambu yang memiliki kontribusi besar tehadap cerita. Seperti setiap kalimat, Untunglah, Susunya.
Tokoh-tokoh dari buku ini banyak. Selain, "aku", adikku, dan ayah, masih ada alien dan Prof. Steg yang ditemui si ayah dalam kisah membeli susu. Lalu ada bajak laut dan Splod. Banyak tokoh yang imajinatif diciptakan penulis. Untungnya buku ini dilengkapi dengan ilustrasi sehingga tidak akan terlalu sulit membayangkan setiap tokoh.
Alur dari kisah ini banyak berfokus pada kisah yang telah ayah alami selama membeli susu. Lalu akan berpindah pada saat ini, saat ayah akhirnya telah membawa susu kepada anak-anaknya. Kadang-kadang di tengah cerita ayah, si anak akan bertanya dan menyela. Dan membayangkan ada tokoh lain yang mereka inginkan di cerita ayah.
Tampilan dari buku ini bagus. Sampul depan yang didominasi warna putih, merah, dan hijau tidak "silau" di mata. Selain itu, ilustrasi di sampul buku memang menggambarkan kisah di dalamnya. Untuk bagian dalam buku, ilustrasi dari Skottie Young menambah semarak kisah yang sebenarnya pendek. Tapi, jika dibarengi dengan ilustrasi, tentu kisahnya jadi berbeda. Jenis huruf dalam buku juga tidak melulu sama, satu kisah ini akan ditemukan berbagai jenis huruf dengan ukuran dan posisi yang berbeda. Sepertinya, memang disesuaikan dengan gambar dan target pembaca buku. Buku ini bisa dibaca semua kalangan dan umur. baik anak kecil maupun dewasa. Terutama untuk anak-anak, karena kisah petualangan absurd ini memang sederhana dirancang untuk anak-anak. Absurd dan aneh sampai akhir^^.


Keep reading for rest of your life :)

Rating: 4/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar