Senin, 09 Februari 2015

The Wedding Officer

Judul: The Wedding Officer
Penulis: Anthony Capella
Penerbit: Gramedia
Cetakan: -
Jumlah Halaman: 568 halaman
Tahun Terbit: 2006 (2008 oleh Gramedia)
ISBN: 9789792241426
Genre: Fiksi, Historical Romance
Format: Paperback 

"Cinta bukan hanya sesuatu yang kaurasakan. Kau menjadi sesuatu yang disebut cinta."
-James Gould-


Bagi Livia Pertini memasak hanya perlu menambahkan bahan masakan yang ia miliki. Tidak tahu pasti banyaknya takaran yang digunakan, Livia hanya tinggal memasukkannya. Meskipun bila ditanya berapa banyak takaran yang harus dimasukkan, Livia tak tahu pasti, tapi ia tahu bagaimana dan kapan makanan pas untuk disajikan. Itulah keahlian Livia yang dapat membuat makanan enak dengan bakat alaminya. Melalui bakat ini pula ia menikah dengan Enzo, seorang perwira perang. Sayangnya akibat perang, Livia harus kehilangan Enzo dan malah berakhir menjadi chef di markas sekutu.
Kedatangan James Gould ke Italia bukan tanpa tujuan. Ia ditugaskan untuk menghalangi pernikahan antara tentara Inggris dengan gadis Italia. Atasannya khawatir jika pernikahan ini akan mempengaruhi kinerja tentara. Dengan berbagai cara James menggagalkan pernikahan tentara Inggris. Selain itu juga, James mulai membenahi Napoli, Italia. Sayangnya perbuatan James tak disukai penduduk Napoli. Dengan berbekal makanan, penduduk Napoli sedikit demi sedikit mulai merubah James. Dan James sendiri mulai merasa luluh denga masakan Livia...atau dia mulai luluh oleh Livia sendiri?


Khas dari Anthony Capella adalah menulis buku-buku romance dengan sentuhan kuliner yang kental. Dari lima novel yang ditulis Anthony, tiga diantranya memakai judul yang berhubungan dengan makanan/minuman yaitu, The Food of Love, The Various Flavours of Coffee, dan The Empress of Ice Cream. Empat novel dengan sentuhan makanan/minuman yaitu, tiga yang telah disebutkan sebelumnya dan The Wedding Officer. Sedangkan satu novel lainnya berjudul Love and Other Dangerous Chemicals. Dibandingkan dengan The Food of Love, The Wedding Officer (WO) lebih rumit dan lebih detail dalam alur cerita. WO bertemakan tentang kisah cinta antara pejabat pernikahan yang ditugaskan menentang pernikahan tentara Inggris di Italia, dengan seorang wanita Italia yang memiliki hobi memasak dibalut suasana perang Jerman dengan sekutu. Bagaimana jadinya bila petugas yang melarang pernikahan justru jatuh cinta pada wanita Italia dan menginginkan pernikahan? Hal inilah yang menjadi pokok cerita yang menimbulkan konflik antar tokohnya.
Setting dari kisah ini adalah Italia dalam suasana perang di tahun 1944. Penulis secara gamblang menceritakan keadaan Italia saat perang berlangsung. Seperti banyaknya bom-bom yang dijatuhkan oleh tentara Jerman yang menyebabkan para penduduk kehilangan rumah mereka, para lelaki yang masih muda dikirim ke medan perang, penutupan restoran-restoran, perdagangan penisilin ilegal, dan pernikahan antara tentara sekutu dengan para gadis Italia. Membaca buku ini seperti diajak menjelajahi sejarah Italia saat perang 1944 berlangsung. Selain perang, ada juga peristiwa letusan gunung Vesuvius yang memang terjadi di tahun 1944. Mungkin pembaca akan lebih mengenal Pompeii dibandingkan Vesuvius. Nah, Vesuvius inilah yang dahulu telah meletus dan menenggelamkan peradaban Romawi kuno di kota Pompeii. Tercatat bahwa gunung ini merupakan gunung berapi yang masih aktif di daratan Eropa (sumber). WO juga mengambil setting saat gunung ini meletus. Saat hal ini terjadi, masih belum ada alat secanggih sekarang yang dapat mendeteksi adanya letusan. Tapi, tanda-tanda akan adanya erupsi dijelaskan penulis melalui orang Italia yang konon percaya pada takhayul, mulai melihat ternak yang mati tiba-tiba, air sumur yang berbau dan beracun, dan kelelawar yang keluar di siang hari. Melalui tokoh James dan salah seorang profesor dijelaskan secara ilmiah dalam buku, bahwa hal ini dipengaruhi oleh belerang dan material aktif lainnya di dalam gunung.
Kisah akan berputar sekitar kehidupan Livia dan James dibagi dalam empat bagian dengan empat puluh lima bab dan epilog. Di bagian awal lebih banyak menceritakan Livia yang memiliki kemampuan membuat makanan khas Italia yang enak. Baru di bab selanjutnya muncul James. Dalam novel juga diceritakan perubahan sikap dari setiap tokoh. Yang paling menonjol dan agaknya terlalu cepat adalah perubahan Livia yang menjadi gerilyawan perang dan mulai berganti paham menjadi komunis. Bagian ini rasanya terlalu cepat dan sedikit penjelasan yang mendukung perjalanan Livia berubah prinsip. Hanya diceritakan bahwa Livia mulai mendengarkan ceramah-ceramah perang dan komunis lalu berubahlah dirinya. Tidak diceriakan lebih jauh dan dalam peperangan batin Livia.
Unsur budaya tentu saja kental hubungannya dengan Italia. Beberapa hal yang terbaca adalah kebiasaan orang Italia dahulu yang percaya takhayul.
Begitu juga, kalau makan timun pada bulan Agustus, atau melon pada bulan Oktober, bisa mendatangkan malapetaka atau demam. Menumpahkan anggur adalah keberuntungan, tetapi keping-keping cermin yang pecah harus dikumpulkan dengan hati-hati dan direndam dalam air yang mengalir.
Hal lainnya adalah kecerdikan orang Italia mengolah makanan. Sama halnya di novel The Food of Love, bahwa seluruh bagian hewan dapat dimasak menjadi makanan tradisional Italia.
Saat membaca WO, saya diajak untuk membaca sejarah dengan cara yang menarik dan dari sudut pandang orang yang mengalaminya. Meskipun kental dengan nuansa romance, tak pelak banyak juga sisi sejarah yang dapat digali. Bila dibandingkan dengan The Food of Love, variasi makanan di WO lebih sedikit, sehingga membaca buku ini tidak terlalu membuat saya lapar dibandingkan dengan saat membaca The Food of Love. Apakah saya puas dengan membaca buku ini? Buku ini memang sudah lama menjadi inacaran saya. Dan baru tahun ini dapat membacanya. WO diperoleh dari hasil Receh untuk Buku 2014. Meskipun sempat tersendat membaca WO disebabkan halamannya yang mencapai 500-an, tapi sepadan dengan ekspektasi saya. Tentu hal ini membuat saya ingin kembali membaca karya Anthony Capella.

P.S.: Nescafe telah sampai di Italia sekitar tahun 1940-an.

Keep reading for rest of your life :)

Rating: 4/5


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar