Jumat, 13 Mei 2016

Tentang Sebuah Film dan Puisi: AADC, Aku, dan Tidak Ada New York Hari Ini


Suatu pagi, seorang teman menepuk pundakku saat aku hendak membuka salah satu aplikasi chatting "hijau"  yang terkenal dengan stikernya.
"Loe udah tahu iklan "si hijau" yang nampilin Nicholas Saputra. Uh, akhirnya Nicholas muncul lagi setelah lama nggak ada di layar tv dan by the way, dia muncul bawa tema Ada Apa Dengan Cinta. Kayaknya nih, si Rangga bakal balik jadi fenomena! Dan Ada Apa Dengan Cinta bakal ada sekuelnya"
Itu adalah awal dari sebuah firasat akan munculnya proyek film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang kini-konon telah memuaskan dahaga 2 juta penonton Indonesia akan kenangan kisah Cinta & Rangga di awal tahun 2000-an. Berbicara film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tentunya bagi generasi 90-an ke atas mengenal film fenomenal ini. Entah dengan kisah masa SMA Cinta dan teman-temannya yang keren kala itu atau hal tabu yang ditampilkan di film. Aku tidak akan membahas bagaimana kisah Cinta dan Rangga di AADC atau sekuelnya, tapi ada satu hal lain yang menarik perhatianku. PUISI.

Rabu, 11 Mei 2016

May on Rainy

Halo Musim Hujan yang Enggan Pergi!
Perjalanan sunyi tanpa buku yang kuumumkan sebelumnya di blog sudah berakhir sekitar pertengahan April. Namun, hangover dari perjalanan tersebut masih terasa hingga kemarin. Rasanya sulit untuk kembali membaca buku, padahal keinginan untuk membaca itu ada. Aku seperti kehilangan fokus setiap kali membaca buku. Satu buku tak pernah rampung terbaca selama periode hangover tersebut. Meskipun, untuk perihal membeli buku, aku masih sering "sekedar menengok" toko buku online dan tak jarang berakhir dengan setumpukan tagihan untuk pembelian buku. 
Untuk mengembalikan mood dan fokus membaca, aku mencoba memecahkannya dengan membaca buku-buku yang menjadi favorit di rak buku. Seperti Memori karya Windry Ramadhina dan Sadgenic karya Rahne Putri. Dan, sedikit banyak kegiatan pengulangan baca (re-read) buku-buku favorit membantuku untuk fokus membaca. Dua buku tersebut berhasil kubacaulang dan ada semangat kembali untuk membaca buku-buku di tumpukan yang kian menggunung.

Senin, 29 Februari 2016

Pergi Dahulu


Dear, pembaca...
Berhubung aku ada kegiatan di luar selama 7 minggu, blog ini akan sepi selama jangka waktu tersebut. Tapi jangan sedih ya, pasti ada kejutan setelahnya. Stay tune!

Rabu, 17 Februari 2016

5 Pasangan Asia yang Akan Membuatmu Iri


Terkadang saat memabaca buku romance, pembaca akan menemukan bahwa hero dan heroine dalam buku tersebut membuat mereka terhanyut dalam kisah cintanya. Beberapa pasangan membuat pembaca bersimpati bahkan ada juga yang membuat pembaca membenci. Namun, bagaimana pun di sanalah seni sebuah cerita yang dapat membuat pembaca ikut dalam emosi si tokoh. Di bawah ini adalah lima pasangan dari buku-buku romance Asia yang mungkin akan membuat pembacanya merasa iri dengan kisah mereka.

Sabtu, 13 Februari 2016

Giveaway: 30 Paspor di Kelas Sang Profesor


Bulan lalu aku membaca buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor sebagai salah satu dari hadiah Santa Hamidah F. Khaerani. Menurutku buku ini memberi motivasi melalui pengalaman para mahasiswa yang dibiarkan "tersesat" di negeri yang tak seorang pun mereka kenal. Ulasan mengenai buku ini sudah aku buat di postingan sebelumnya (30 Paspor di Kelas Sang Profesor). Karena buku ini bagus, aku akan membagikan satu buah buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor untuk pengunjung blog Review Siro. Tapi untuk mengikutinya ada beberapa persyaratannya:

Rabu, 10 Februari 2016

5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Menemukan Buku Cacat Cetak


Membeli sebuah buku ibaratnya membeli barang yang dari segi tampilan sampul dan isi baik namun bagian fisik dalam buku belum tentu. Biasanya ketika akan membeli sebuah buku, aku akan membaca ulasan dan mempertimbangkan hal lainnya seperti di postingan yang kubuat tahun lalu ini. Jika semua hal sudah oke dan aku sudah siap membeli buku tersebut, maka meluncurlah ke toko buku atau toko buku online. Suatu ketika aku menemukan sebuah buku yang sudah aku tunggu-tunggu dan pesan, tapi ternyata buku tersebut memiliki kecacatan di bagian dalam buku. Beberapa halamannya menghilang dari satu halaman berlanjut ke halaman yang tidak urut. Lain waktu aku juga menemukan buku yang cetakannya miring-miring, tidak rata bagian pemotongan buku.

Selasa, 09 Februari 2016

In the Name of February: Romance and Food

Halo februari (Pebruari?)!
Memasuki bulan kedua di tahun 2016, aku menyiapkan beberapa bahan bacaan yang cukup banyak. Beberapa buku terkadang memang sengaja dimasukkan ke dalam TBR di tengah bulan. Biasanya saat membaca suatu buku dan menemukan titik jenuh atau justeru menderita titik lelah mata, maka aku akan beristirahat sebentar. Selanjutnya yang terjadi aku akan jeda sejenak dari bacaan sebelumnya dan memilih buku baru (not monogamis reader :p). Jadi, terkadang daftar bacaanku berbeda dengan apa yang dierencanakan sejak awal. Rencananya menyambut bulan februari ini, aku akan membaca buku-buku bertema makanan. Tentunya buku ini berhubungan romance juga, beberapa hanya bagian judul saja yang memiliki judul makanan. Lainnya memang berhubungan dengan dunia makanan. Mengapa buku dengan tema ini? Aku sedang menyukai buku romance yang berhubungan dengan makanan, karena buku-buku ini selain membuat penasaran dengan (kadang) sampul yang menampilkan makanan, tapi juga menyuguhkan cara meracik makanan yang terkadang juga unik. So, ini dia TBR (Review too. Maybe) di bulan ini: