Senin, 30 Maret 2015

Alur

Source: here edited by me

Opini Bareng BBI bulan Maret adalah mengenai alur. Alur cerita seperti apa yang menurutku menarik?. Alur atau jalannya cerita adalah bagian terpenting dari sebuah novel atau kisah. Kadangkala pengarang menempatkan jalan cerita dengan pengenalan tokoh baru masuk ke dalam peristiwa, konflik, dan ending yang bergerak ke arah masa depan. Tapi, tetap didukung oleh sabab-musabab yang jelas. Biasanya alur seperti ini dikenal sebagai alur maju. Lain halnya bila di awal cerita, dikisahkan terlebih dahulu konflik/ending si tokoh dan cerita bergerak mundur dari awal sampai ke bagian sumber permasalahan. Ini adalah alur mundur. Ada beberapa novel juga yang menggunakan campuran kedua alur ini. Termasuk dalam alur ini adalah konfliks, peristiwa, klimaks dan ending. Bagiku, sejauh cerita itu menarik dan tak membuat bosan, tak jadi masalah alur mana pun yang dipakai. Hanya saja ada beberapa pertimbangan untuk sebuah alur yang menarik:

1. Keteraturan
Saya lebih tertarik dengan buku yang mempunyai alur yang apik teratur alias tersusun rapih dari awal sampai akhir. Artinya urutan peristiwa dan sebab-musababnya tersusun rapih tidak keteteran di akhir yang menyebabkan cerita seolah dipaksakan dan terlalu banyak alasan yang rancu. Semisal, pada akhirnya si tokoh utama memilih jalan yang tak disangka oleh pembaca. Nyatanya sedari awal pun tak ada catatan atau gelagat si tokoh utama memilih jalan itu. Di sini muncul segala alasan yang dibuat penulis atau mungkin tanpa alasan sama sekali untuk membuat kesan twist. Tapi ya, justru hal ini terkesan memaksakan alur untuk menciptakan twist yang aneh.  

2. Rasionalitas
Oke kisah ini fiksi. Tapi jika dalam sebuah alur terdapat keganjilan (hal tak masuk akal) peristiwa, konflik atau klimaks? Rasanya akan merusak alur dari cerita ini. Semisal adalah si tokoh utama ini berada di persimpangan jalan antara memilih jalan yang membuatnya menderita atau jalan yang membuatnya harus menerima dan pergi untuk mencapai kebahagiaan lain. Masuk akal jika si tokoh utama ini memilih jalan yang membuatnya menerima dan pergi, eh ini malah seolah dia lebih baik menderita dan terus menderita tanpa alasan yang jelas. Hal ini yang membuat alurnya kurang menarik bagiku.

3. Yang tak diduga
Aku menyukai alur yang selalu diwarnai serangkaian bom. Bom di sini adalah ada hal atau konflik yang disisipkan oleh penulis ke dalam cerita yang tak terduga sama sekali. Seperti pada kisah Maybe, Someday. Si tokoh utama ternayata selalu memiliki hal yang tak terduga mulai dari fisiknya sampai masa lalu. Bila susunan ceritanya dibuat apik, bom ini tak menjadi masalah. Jelas pembangunan karakternya, jelas tentang keterkaitan satu sama lain, jelas fungsi tokohnya. Hal ini yang akan membedakan novel ini menarik dibaca atau justru berkesan tak jelas arahnya.
Sebenarnya aku akan menyukai ending suatu cerita atau nggak, bergantung pada kisah itu sendiri. Tapi yang jelas jangan bunuh pengorbanan karakter utama sedari awal. Jika ada buku yang berseries, telah ditunggu sejak lama, dan pada akhirnya si penulis membunuh karakter/perjuangan tokoh utama, hal ini yang akan membuatku malas untuk membaca/melanjutkan series ini atau tidak.
  
4. Penanda yang jelas
Untuk kisah dengan alur campuran, tentu aku lebih menyukai bila ceritanya ditandai dengan jelas mana bagian alur yang maju dan mana yang bergerak mundur. Biasanya buku dengan alur ini, akan memiliki bab berbeda untuk alur yang bergerak maju dan alur mundur.  Untuk memudahkan pembaca biasanya di bagian awal bab ditulis keterangan waktu kejadian. Tapi bagiku, tidak harus selalu tertulis tanggal atau tahun di setiap bagian cerita, minimal ada bagian cerita yang mengindikasikan bergerak mundur seperti si tokoh yang bercerita masa lalu.

 Alur seperti apa yang menarik bagimu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar