Tampilkan postingan dengan label Aan Mansyur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aan Mansyur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Mei 2016

Tentang Sebuah Film dan Puisi: AADC, Aku, dan Tidak Ada New York Hari Ini


Suatu pagi, seorang teman menepuk pundakku saat aku hendak membuka salah satu aplikasi chatting "hijau"  yang terkenal dengan stikernya.
"Loe udah tahu iklan "si hijau" yang nampilin Nicholas Saputra. Uh, akhirnya Nicholas muncul lagi setelah lama nggak ada di layar tv dan by the way, dia muncul bawa tema Ada Apa Dengan Cinta. Kayaknya nih, si Rangga bakal balik jadi fenomena! Dan Ada Apa Dengan Cinta bakal ada sekuelnya"
Itu adalah awal dari sebuah firasat akan munculnya proyek film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang kini-konon telah memuaskan dahaga 2 juta penonton Indonesia akan kenangan kisah Cinta & Rangga di awal tahun 2000-an. Berbicara film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tentunya bagi generasi 90-an ke atas mengenal film fenomenal ini. Entah dengan kisah masa SMA Cinta dan teman-temannya yang keren kala itu atau hal tabu yang ditampilkan di film. Aku tidak akan membahas bagaimana kisah Cinta dan Rangga di AADC atau sekuelnya, tapi ada satu hal lain yang menarik perhatianku. PUISI.

Kamis, 28 Januari 2016

Perkara Mengirim Senja


Judul: Perkara Mengirim Senja
Penulis: 
Penerbit: Serambi
Cetakan: Pertama
Jumlah Halaman: 200 halaman
Tahun Terbit: 2012
ISBN: 9790245020
Genre: Fiksi, Kumpulan Cerita, Romance, Sastra
Format: Ebook on Scoop


Senja begini tak boleh dinikmati sendirian. Menatapnya seorang diri akan membuatmu depresi. Seperti ada jaring sepi yang dilempar dari langit dan merungkupimu dalam perangkapnya
-Perkara Mengirim Senja-


Seringkali terdengar Senja itu dikaitkan dengan Seno Gumira Adjidarma (SGA). Hal ini ternyata bermula dari sebuah cerita pendek yang ditulis oleh SGA, Sepotong Senja untuk Pacarku.Tersebutlah seorang kekasih yang teramat mencintai Alina (konon si kekasih ini adalah Sukab). Ia mengirim sebuah surat yang di dalamnya terdapat potongan senja bersama deburan ombak. Senja itu dikerat pada empat sisi dan dimasukkan ke dalam sebuah amplop. SGA juga sempat membawa pembaca mengikuti petualangan pengejaran si kekasih yang dikejar polisi karena memotong senja juga menemukan senja yang lain. Beranjak dari cerpen tersebut, empat belas orang penulis menuliskan kisah Senja, kekasih, cinta, dan "kata" mereka sendiri. Seperti kisah dari Gadis Kembang karya Valiant Budi.