Tampilkan postingan dengan label Pidi Baiq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pidi Baiq. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Wishful Wednesday [16]

Hari rabu mari berandai-andai. Tahun ini saya benar-benar berharap buku ini segera meluncur alias terbit. Sebenarnya sih sudah menunggu dari bulan november saat ada pamflet yang menunjukkan sampul buku ini. Dan data di Goodreads juga belum ada. Penasaran dengan kelanjutan kisah mereka dan kangen dengan guyonan khas tokoh utama benar-benar membuat saya tak sabaran. Ayah, bukunya kapan terbit? Lama banget PHP-nya dari oktober lho!

Sabtu, 21 Juni 2014

At-twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya


Judul: At-twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya
Penulis:
Penerbit: DAR! Mizan
Genre: Non Fiksi, Humor
Jumlah Halaman: 180 halaman
Tahun Terbit: 2012
ISBN13: 9786022421146

17.
Donnyprayoga: "Apa yang membuat Om bisa berfikir lepas?"
Pidi Baiq: "Kalau pikiranku lepas, bagaimana bisa aku berpikir?"
18.
Aku harus berhasil memiliki pikiranku sendiri yang berbeda dengan pemikiran masyarakat, kalau tidak, aku tidak perlu lagi berpikir
 (Twit II Keberpikiran)

At-twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya merupakan buku 180 halaman yang berisi kumpulan kicauan dari Pidi Baiq dengan berbagai tema yang berbeda. Seperti pengakuan penulis bahwa kicauan penulis ini berisi tanya-jawab ia dengan para followernya. Jawaban yang penulis berikan bukan memberikan solusi tapi memberi jawaban.

Jumat, 20 Juni 2014

Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990


Judul: Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Penulis:
Penerbit: DAR! Mizan
Genre: Fiksi
Jumlah Halaman: 332 halaman
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 9786027870413

"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja."
-Dilan-
"Aku ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang aku sukai tanpa perlu kuberitahu, yang membuktikan kepadaku bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya"
-Milea-

Bandung tahun 1990 menoreh kenangan indah tersendiri bagi Milea Adnan Hussain. Lia, nama panggilan Milea, malam itu mengingat kisahnya tentang seorang cowok yang membuat kenangan indah di masa SMA di 1990. Cowok itu bernama Dilan. Milea bertemu Dilan di Jalan Milea (jalan itu dinamai sama Dilan), awalnya Milea gak suka dan takut dengan sikap Dilan yang tiba-tiba bertanya pada perjumpaan awal mereka. Belum lagi, dengan sok tahunya Dilan coba-coba meramal (yang padahal itu gaya merayunya Dilan^^). 
"Kamu Milea, ya?"
"Eh?" kutoleh lagi dirinya, memastikan barangkali aku kenal.
Nyatanya tidak, lalu kujawab:
"Iya."
"Boleh gak aku ramal?"
"Ramal?" Aku langsung heran dengan pertanyaany. Kok, meramal? Kok, bukan kenalan?
"Iya," katanya. "Aku ramal, nanti kita akan bertemu kantin".