Judul: Soekarno: Kuantar ke Gerbang
Penulis: Ramadhan K.H.
Penerbit: Bentang
Genre: Roman
Jumlah Halaman: 416 halaman
Tahun Terbit: 2014 (Pertama kali terbit tahun 1981)
ISBN 13: 9786028811958
"Dan, sekarang tentang pengalamanku dengannya, dengan seseorang yang mementingkan segi membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, apa yang sebenarnya kita cita-citakan bersama, yakni kemerdekaan bagi bangsa kita. Dibalik itu, ia pun adalah seorang yang sangat penuh romantika. Aku mengikutinya, melayaninya, mengemongnya, berusaha keras menyenangkannya , meluluhkan keinginan-keinginannya,.
Namun, pada suatu saat, setelah aku mengantarkannya sampai di gerbang apa yang jadii cita-citanya, berpisahlah kami, karena aku berpegang pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Ia pun melanjutkan perjuangannya seperti yang tetap aku doakan. Aku tidak pernah berhenti mendoakannya"
-Inggit Ganarsih-
"Dan, sekarang tentang pengalamanku dengannya, dengan seseorang yang mementingkan segi membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, apa yang sebenarnya kita cita-citakan bersama, yakni kemerdekaan bagi bangsa kita. Dibalik itu, ia pun adalah seorang yang sangat penuh romantika. Aku mengikutinya, melayaninya, mengemongnya, berusaha keras menyenangkannya , meluluhkan keinginan-keinginannya,.
Namun, pada suatu saat, setelah aku mengantarkannya sampai di gerbang apa yang jadii cita-citanya, berpisahlah kami, karena aku berpegang pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Ia pun melanjutkan perjuangannya seperti yang tetap aku doakan. Aku tidak pernah berhenti mendoakannya"
-Inggit Ganarsih-
Kisah Bung Karno dan Inggit Ganarsih tertuang dalam buku setebal 416 halaman ini. Tak banyak yang mengenal sosok Inggit Ganarsih sebagai pendamping orang nomor satu di Indnesia, padahal sumbangsih beliau pada kemerdekaan Indonesia sangat banyak. Bukan! , bukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah. Tapi dengan "menempa Soekarno menjadi pemimpin" begitu kata Tito Zeni Asmara Hadi pada kata sambutan di awal buku ini. Ada pepatah mengatakan, "Di balik lelaki hebat, ada perempuan hebat" mungkin kiranya Inggit Ganarsih lah perempuan hebat di belakang Bung Karno.